Selasa, 15 Juli 2008

Mantra

Mantra bisa diartikan sebagai susunan kata yang berunsur puisi (seperti rima dan irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 2001). Dalam sastra Melayu lama, kata lain untuk mantra adalah jampi, serapah, tawar, sembur, cuca, puja, seru dan tangkal. Mantra termasuk dalam genre sastra lisan yang populer di masyarakat Melayu, sebagaimana pantun dan syair. Hanya saja, penggunaannya lebih eksklusif, karena hanya dituturkan oleh orang tertentu saja, seperti pawang dan bomoh (dukun). Menurut orang Melayu, pembacaan mantra diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib untuk membantu meraih tujuan-tujuan tertentu. Secara umum, mantra dapat dibagi ke dalam empat jenis berdasarkan tujuan pelafalannya, yaitu: (1), mantra untuk pengobatan; (2), mantra untuk ‘pakaian’ atau pelindung diri; (3), mantra untuk pekerjaan; dan (4), mantra adat-istiadat (Majelis Peperiksaan Malaysia: 2005).

Dari segi bentuk, mantra sebenarnya lebih sesuai digolongkan ke dalam bentuk puisi bebas, yang tidak terlalu terikat pada aspek baris, rima dan jumlah kata dalam setiap baris. Dari segi bahasa, mantra biasanya menggunakan bahasa khusus yang sukar dipahami. Adakalanya, dukun atau pawang sendiri tidak memahami arti sebenarnya mantra yang ia baca; ia hanya memahami kapan mantra tersebut dibaca dan apa tujuannya. Dari segi penggunaan, mantra sangat eksklusif, tidak boleh dituturkan sembarangan, karena bacaannya dianggapa keramat dan tabu. Mantra biasanya diciptakan oleh seorang dukun atau pawang, kemudian diwariskan kepada keturunan, murid ataupun orang yang ia anggap akan menggantikan fungsinya sebagai dukun. Kemunculan dan penggunaan mantra ini dalam masyarakat Melayu, berkaitan dengan pola hidup mereka yang tradisional dan sangat dekat dengan alam. Oleh sebab itu, semakin modern pola hidup masyarakat Melayu dan semakin jauh mereka dari alam, maka mantra akan semakin tersisihkan dari kehidupan mereka. Berikut ini satu contoh mantra yang sering dibaca oleh suku Laut ketika mereka melempar pancing ikan ke dalam air: Air pasang telan ke insang; Air surut telan ke perut; Renggutlah!; Biar putus jangan rabut.

Mantra untuk ’Pakaian’ atau Pelindung Diri

Mantra yang digunakan untuk menjaga diri sering juga disebut penangkal, tangkal atau azimat, biasanya dibacakan pada benda tertentu. Setelah pembacaan mantra, benda tersebut diyakini akan memiliki kekuatan gaib yang mampu melindungi pemakainya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa, pembacaan mantra pada benda tertentu yang akan dijadikan tangkal merupakan bagian dari cara untuk mentransformasikan energi atau kekuatan ke dalam benda tersebut. Selanjutnya, kekuatan yang terkandung dalam benda tersebut akan melindungi pemakainya Tangkal atau penangkal ini merupakan bagian dari upaya orang Melayu untuk mengatasi tantangan internal dan eksternal yang mereka hadapi, dan jenisnya cukup banyak di antaranya: (1) penahan atau penguat; (2) pelindung; (3) penunduk (4) pemanis dan pengasih (5) pembenci. Berikut ini beberapa contoh mantra pelindung diri:

1. Mantra Penahan atau Penguat

a. Mantra Pengeras Badan

Ya man, ya ras, ya Malik

Ya kuserahkan kepada kamu

b. Mantra Penahan Kulit

Kejang aku kejang rungkup

Kejang tunjang tengah laman

Kebal aku kebal tutup

Terkucap kulit tak berjalan

Terkunci terkancing tak mara

c. Mantra Kuat Tenaga

Bismillahirrahmanirrohim

Hai besi bangunlah engkau si raja besi

Yang bernama si ganda bisa

Engkau duduk di kepala jantungku

Bersandar di tiang arasy

Kuminta tinggalkan insanku

Kuminta rendah insan sekalian

Berkat aku memakai wujud kodrat sayyidina ali

Bujur lalu melintang patah

Lalu juga kehendak Allah

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

d. Mantra “Pengering” Olahraga (membuat lawan bermain gentar)

Bismillahirrahmanirrohim

Assalamualaikum...mualaikum salam

Harimau datang mayat semua menanti

Mayat datang harimau semua menanti

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

e. Mantra Pengeras Tendangan

Bismillahirrahmanirrohim

Auzubilla minannar arrim

Mufaiza hatal ya rasulullah iza kital maut

Mim kepalaku, bahuku nun

Pusatku dal

Kakiku alam-tubuhku

Aku kasih Allah

2. Mantra Pelindung

a. Pelimun

Bismillahirrahmanirrahim

Perabun pelias peliseh

Perabun pelias peliseh

Perabun pelias peliseh

Sekalian jin dan syetan seteru lawanku

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

b. Disegani Orang

Bismillahirrahmanirrahim

Batu bertitik batu berdenting

Tiga batu dacing

Mulut terpempan gigi terkancing

Kau..(sebut nama orangnya)..tak boleh berlebih kata padaku

Durhaka engkau lebih-lebih kepada Allah

Berkat kalimat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

c. Tangkal Jaga Rumah

Bismillahirrahmanirrahim

Imat-imat katemu itu

Mitu melion kate Allah

To badanda berkata-kata

Tak hendak kau datang memijak halaman rumahku

Karene telah ade penjaga pintu

Berdurhake kau kepade Allah

Bila hendak membinase rumahku

Berkat kalimat laihaillallah

Muhammadarrasulullah

d. Tangkal Bajang (Hantu Jembalang)

Bismillahirrahmanirrahim

Anak gang anggu bukan kau punya anak

Aku punya anak

Aku tau anak

Kau bujang nas beranak

Batu ampar tengah air

Aku tau asal kau bajang

Sah aku menawar bajang sianu itu

Berkat kalimat lailahaillallah

Muhammadarrasulullah

3. Mantra Penunduk

a. Mantra Pelemah Asal

Bismillahirrahmanirahim

Assalamualaikum

Badan engkau bernama tanah

Tanah mekhayal darah

Engkau bernama darah muharrap

Urat engkau bernama mahdini

Tatkala bapak engkau mengandung darah putih

Tatkala ibu engkau mengandung darah merah

Cih menguceh

Mani asal engkau menjadi

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

b. Mantra Pelemah

Bismillahirrahmanirrahim

Rebah ramu engkau berdiri ramu aku

Rebah syarak engkau berdiri syarak aku

Aku mengambil baja sejengkal dalam diri engkau

Berkat lailaha illallah

Muhammadurrasulullah

c. Mantra Penunduk

Gempa ali gempa gempita

Dang sari gajah berlenggang

Sah aku anak harimau yang garang

Batu congkol hatiku

Nibung kering tulangku

Berkat doa baginda Ali

Gentar bumi gentar langit

d. Mantra Penunduk Hantu Laut

Hai hai, anak datuk laut

Nyalah engkau, pergilah

Jikalau engkau tidak pergi

Aku pukul dengan ijuk tunggal

Dengan ijuk pusaka

Aku sekal kepalamu dengan sengkalan

Aku tau asalmu jadi

Dari kun fayakun

Berkat kalimat laihaillallah

Muhammadarrasulullah

Pua-pua adanya

e. Mantra Penunduk Buaya

Hai si jambu rakai

Sambutlah

Pekiriman putri

Runduk di gunung

Ledang

Embacang masak sebiji bulat

Penyikat tujuh penyikat

Pengarang tujuh pengarang

Diorak dikembang jangan

Kalau kau sambut

Dua hari jalan ketiga

Ke darat kau dapat makan

Ke laut kau dapat aku

Aku tau asal kau jadi

Tanah liat asal kau jadi

Tulang buku tebu asal kau jadi

Darah kau gila, dada kau upih

f. Mantra Penghalau Setan

Bismillahirrahmanirahim

Hantu raya jembalang raya

Datang engkau dari hutan raya

Kembalilah engkau ke hutan raya

Engkau jangan bertemu anak sidang manusia

Jika bertemu anak sidang manusia

Tunduk engkau tujuh kali kepada aku

Umat Muhammadlah yang sebenarnya

Berkat kata laihaillallah Muhammadarrasulullah

g. Mantra Agar Menang

Allah kata salah

Muhammad kata silih

Jibrail kata fana

h. Mantra Penunduk Anjing

patah ranting ditendang kuda

mulut terkancing mata buta

puh!

4. Mantra Pemanis dan Pengasih

a. Pemanis Minyak

Tuang minyak kutuang

Kutuang di tapak tangan

Bukan aku minyak seorang

Aku minyak bulan bintang

Matahari dan cahaya

Cahaya bulan dan cahaya aku

Cahaya bintang cahaya aku

Cahaya matahari cahaya aku

Cahaya Allah cahaya Muhammad

Berkait la ilahaillallah

Muhammadarrasulullah

b. Pelembut Hati

Yatim aku mati tasauf kata Allah (3x)

Roh kalam kawah kali-kali

Aku buang darah gemuruh

Aku naik darah berani

c. Pengasih Bini

Salatu salamu alisa isa wamumni

Aku ambil hidup engkau

Sampai mati akulah tuhan engkau

Akulah nabi engkau di dunia ini

d. Bedak Pemanis

Bedak olak olek

Mari pakai ujung gunting

Kupakai bedak di luar kulit

Mesra dalam daging

Dengan berkat doa lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

e. Peseri Muka

Sirih senggang kuning

Naik belukar muda

Muka aku bagai anak mambang kuning

Berkat aku memakai doa setandang muda

Matahari tidak berseri

Seri naik ke tubuhku

Bulan tidak bercahaya

Cahaya naik ke mukaku

Caha Allah caha Muhammad

Caha baginda Rasulullah

5. Mantra Pembenci

Mantra-mantra jenis ini sebenarnya juga berkembang di masyarakat, namun tidak terlalu banyak karena penggunaannya yang tidak baik. Lafal mantra jenis ini masih dalam taraf pengumpulan.

Mantra Pengobatan

Berkembangnya mantra-mantra dalam sistem pengobatan Melayu berkaitan erat dengan persepsi mereka terhadap makna penyakit. Menurut mereka, penyakit tidak hanya disebabkan oleh faktor-faktor nyata, tapi terkadang juga disebabkan oleh faktor/hal yang tidak nyata atau gaib. Dalam konteks ini, keberadaan mantra berfungsi sebagai pemutus hubungan antara penyakit dengan faktor gaib yang menjadi penyebabnya. Selain itu, pembacaan mantra juga diyakini dapat memperkuat keampuhan dan efektifitas obat, sehingga proses pengobatan yang berlaku selalu diawali dengan pembacaan mantra pada obat-obat yang akan diminum. Orang yang berwenang atau memiliki otoritas untuk membaca mantra adalah dukun atau bomoh yang telah mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Berikut ini beberapa contoh mantra yang sering dibaca oleh orang Melayu, sesuai dengan penyakit yang diderita:

1. Mantra untuk merawat tulang yang patah.

Bismillahi Rahmanir Rahim

Jong sengkang kemudi sengkang

Tarik layar kembang sena

Urat yang kendur sudah kutegang

Urat yang putus sudah kusambung

Teguh Allah, tegang Muhammad

Sendi anggota baginda Ali

Tulang gajah, tulang mina

Ketiga dengan tulang angsa

Patah tulang berganti sendi

Badan jangan rusak binasa

Berkat sidi kepada guru

Sidi menjadi kepada aku

La ilaha illallah, Muhammadar Rasulullah

2. Mantra ketika meramu obat

Bismillahirrahmanirrahin

Bilang-bilang topi ayiar

Den lantiang jo tana buku

Solang tulang lai cayiar

Kok kunun dagiang nan sabuku

Kobual Allah kobual Muhammad kobual bagindo Rasulullah

Barokat guru aku dan doaku barokat lailahaillallah

Artinya:

Bismillahirrahmanirrahim

Bilang-bilang tepi air

Aku lempar dengan tanah baku

Sedangkan tulang dapat cair

Apalagi daging yang sebuku

Makbul Allah makbul Muhammad makbul baginda Rasulullah

Berkat guru aku dan doaku, berkat Lailahaillallah

3. Mantra penutup luka

Mantra ini dibaca untuk menutup luka, ataupun untuk mencegah berlanjutnya pendarahan pada luka.

Bismillahirrahmanirrahim

Poli terpoli

Besi meluka

Besi menangkal

Coba besi merusakkan

Engkau durhaka kepada Allah

Coba engkau membinasakan daging

Engkau durhaka kepada Allah

Tertutup terkunci

Tertanggal terpakai

Berkat doa la haula wala quwwata

Illa billahil aliyyil azhim

4. Mantra penawar racun (bisa)

Mantra ini disebut juga dengan mantra penawar, biasanya dibaca untuk menyembuhkan seseorang dari penyakit yang disebabkan sesuatu yang berbisa, seperti serangga, ular, racun ataupun sakit karena bisa lainnya. Orang Melayu percaya, melalui pembacaan mantra ini, kekuatan bisa (racun) akan hilang sehingga orang yang terkena bisa tersebut dapat segera sembuh.

Bismillahirrahmanirrahim

Bismillah aku menawar racun

Aku tau asal racun

Anak lidah asam racun

Seri manik yang menawar

Jin semlut yang punya tawar

Berkat lailahaillallah

5. Mantra sakit perut

1

Bismillahirrahmanirrahim

Meghinju megheijun megheceu

Meghiceu suruh lari

Meghiceu nakal

Meghinju meghinju suruh lari

Pergilah ke tempat kau suke

Jangan lagi di sini

Berkat la ilaha illallah

Muhammadarrasulullah

2

Bismillah

Lotong kekah ijuk tali

Aku menawar kembung segah

Kentut jandi

Malam senak mudik ke limbung

Si maru rumah mak encik

Lantas turun ke kaki

Turun bisa

Naik tawar

Aku menawar bisa perut

Lotong kekah ijuk tali

Aku menawar kembung segah

Kentut jadi

Mantra untuk Pekerjaan

Mantra jenis ini bertujuan untuk mempermudah pekerjaan, biasanya dibaca ketika akan memulai pekerjaan. Mantra pekerjaan jumlahnya lebih sedikit dibanding mantra pakaian dan pelindung diri, dan terkadang, terjadi juga tumpang tinding antara kedua jenis mantra ini, sehingga mantra pelindung diri dipakai untuk mempermudah pekerjaan. Sebagai contoh, seseorang sering membaca mantra ‘pemanis’ dengan harapan orang lain akan senang kepadanya, sehingga pekerjaan jadi mudah dan lancar. Pekerjaan yang dibacakan mantra biasanya berkaitan dengan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, seperti bercocok tanam, berburu, berniaga, melaut dan lain sebagainya.

Dalam pandangan hidup orang Melayu, ada keyakinan bahwa tanah, air, matahari, bulan, tanaman, binatang, jin dan makhluk/benda lainnya memiliki semangat (spirit). Untuk itu, diperlukan pembacaan mantra agar semangat benda atau makhluk tersebut tetap positif bagi manusia. Berikut ini contoh beberapa mantra tersebut.

1. Mantra Semangat Padi

1

Nur cahaya munallah

Nur cahaya mun putih

Name semangat tapak kebun

Berkat lailaha illallah

Muhamadarrasulullah

2

Bulat batu kubula bulat

Bulat batang padi

Aku tahu asal kau ulat

Mate beras mate kau menjadi

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

3

Hai dayang hijau

Lemah lembut asal kau menjadi yang ikut

Panjang kuku

Panjang kaki

Panjang tangan

Sah aku menawar

Buah padi menghijau

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

4

Aku tahu asal berau

Belaki benih berau mah berau

Menih mah benih

Berau hitam berau putih

Berau-berau laki bini

Sah aku menawar belaki benih

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

2. Mantra untuk Tanaman Jagung

Bismillahirrahmanirrahim

Hacutalla hicu hicu

Kuserah pada Adam

Bawa antala boa

Jauhkan jagungku dari berau

Berkat kalimat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

3. Mantra Menanam Benih

Bismillahi

Assalamualaikum nabi Tab

Yang memegang bumi

Aku menumpangkan anakku

Seri Gading Gemala Gading

Di dalam enam bulan angka ketujuh

Aku datang mengambil balik

Dengan lailaha illallahu

Kur semangat

Kuur semangat

4. Mantra Pengusir Hama Tikus

Bismillahirrahmanirrahim

Aku tau asal engkau tikus tuk sitimuna

Itulah asal tuk nek kau

Kau jangan padiku

Kutawar pada pisang tujuh biji

Ambillah di tunggul ini

Berkat kalimat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

5. Mantra Pengusir Babi

Batu berita batu berani

Ketiga batu belubang

Butak mata tanggal gigi

Babi itu tiada akan melawan

Nabi babi itu nabi Yusuf

Asal jadi dari bumi

Jihin yang menguatkannya jihin buhok

Yang berkuda padanya Saih Idris

6. Mantra Puseng Angin

Mantra ini dibaca jika seorang nelayan atau pelaut menghadapi angin yang datang dari depan, sering disebut dengan angin sakal. Untuk membalikkan angin tersebut, maka dibaca mantra ini:

Bismillahirrahmanirrahim

Watul ijabah kurawana

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

7. Mantra Penahan Gelombang

Assalamualaikum nabi Khidir

Aku tau pegangan engkau

Air laut air darat

Aku sedekah hati quran

Berhentilah topan badai taung ribut gelimut

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah.


Source:

http://stream.plasa.com/kmz/foldR/view.php?file=bahasa/indonesia/Mantra.doc


4 komentar:

ndueTE mengatakan...

minta mantra pengasihan yang berbaha jawa donk?

H€ N]D)_r4 mengatakan...

Bahh..tak di babarnya pula cara pakainya bang..
Macam mana cara pakainya bang..

Arbath Sahadewa mengatakan...

mas kalo mau ngamalkan ilmu di atas apa syaratnya?mohon ijazahnya dan mohon ijin ngamalkan .

Adrin Kurniawan mengatakan...

Keren koleksinya gan !